Rabu, 28 April 2010

Ditemukan Gunung Api Raksasa Bawah Laut Sumatera

Tim yang terdiri dari gabungan para pakar geologi Indonesia, AS, dan Perancis berhasil menemukan gunung api raksasa di bawah perairan barat Sumatera. Gunung api tersebut berdiameter 50 km dan tinggi 4.600 meter dan berada 330 km arah barat Kota Bengkulu.

Para ahli geologi ini berasal dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, CGGVeritas dan IPG (Institut de Physique du Globe) Paris.

"Gunung api ini sangat besar dan tinggi. Di daratan Indonesia, tak ada gunung setinggi ini kecuali Gunung Jayawijaya di Papua," kata Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT Yusuf Surachman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/5).

Gunung api bawah laut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, 330 km dari Bengkulu, di kedalaman 5,9 km dengan puncak berada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Meskipun gunung ini diketahui memiliki kaldera yang menandainya sebagai gunung api, para pakar mengaku belum mengetahui tingkat keaktifan gunung api bawah laut ini.

"Bagaimanapun gunung api bawah laut sangat berbahaya jika meletus," katanya. Survei yang menggunakan kapal seismik Geowave Champion canggih milik CGGVeritas itu adalah yang pertama di dunia karena menggunakan streamer terpanjang, 15 km, dari yang pernah dilakukan oleh kapal survei seismik.

Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui struktur geologi dalam (penetrasi sampai 50 km) yang meliputi Palung Sunda, prisma akresi, tinggian busur luar (outer arc high), dan cekungan busur muka (fore arc basin) perairan Sumatera.

Sejak gempa dan tsunami akhir 2004 dan gempa-gempa besar susulan lainnya, terjadi banyak perubahan struktur di kawasan perairan Sumatera yang menarik minat banyak peneliti asing.

Tim ahli dari Indonesia, AS, dan Perancis kemudian bekerja sama memetakan struktur geologi dalam untuk memahami secara lebih baik sumber dan mekanisme gempa pemicu tsunami menggunakan citra seismik dalam (deep seismic image).

Jumat, 23 April 2010

Pemda Harus Menajamkan Fokus Mitigasi

Pemerintah daerah harus menajamkan fokus mitigasi bencana terkait aktivitas gunung api. Dalam beberapa kejadian, pemerintah daerah kerap lekas panik menghadapi ancaman aktivitas vulkanik gunung api.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, Rabu (27/5), beberapa pemda kerap panik menghadapi ancaman vulkanik gunung berapi di daerahnya. Mereka seringkali mengabaikan rekomendasi dan berbuat lebih dari yang disarankan.

"Di antaranya, saat salah satu pemda membagikan masker kepada banyak kecamatan dan desa sebagai antisipasi hujan abu. Padahal, kenyataannya hanya beberapa desa dan kecamatan saja yang membutuhkannya," katanya.

Surono mengatakan, langkah ini sebenarnya baik bila dilihat sebagai langkah pengamanan. Namun, pemda harus melihat dan mengukur kemampuan mengelola kemungkinan kejadian bencana. Dikhawatirkan, pemda kehabisan tenaga dan motivasi justru ketika terjadi letusan. Bila hal ini terjadi, warga rentan menjadi korbannya.

Dikatakan, aktivitas gunung api, khususnya di Anak Krakatau dan Slamet, memang membutuhkan waktu yang lama. Anak Krakatau adalah gunung yang tengah tumbuh dan terus aktif sejak tahun 2007 lalu. Sedangkan Slamet adalah gunung berukuran besar sehingga butuh waktu lama mengeluarkan material vulkanik dari dalam tubuhnya.

"Meski dalam jangka waktu lama, ancaman bencananya tidak berubah. Langkah yang harus dilakukan pemda seharusnya ibarat lari marathon bukan lari cepat," katanya.

Oleh karena itu, ke depannya, ia mengharapkan pemda menajamkan langkah mitigasi. Di antaranya, mengikuti rekomendasi yang sudah ada dari PVMBG.

Rabu, 14 April 2010

Racun netral dengan air kelapa

Zat yang berbahaya bagi tubuh kita adalah racun, mendengar kata yang satu ini kayaknya agak seram dan menakutkan. Di dalam tubuh itu sudah pasti ada zat yang berbahaya dan tidak, maka dari itu kita sebagai manusia yang dianugrahkan kesehatan bersyurkurlah dan harus pandai dijaga. Sehat tidak bisa dibeli dengan uang semahal apapun. Nah, sekarang kamu semua ga perlu khawatir udah tau kan OBAT TRADISIONAL yang bisa meminimalisir racun dalam tubuh kita yakni air kelapa. Tak hanya digemari sebagai minuman segar pelepas dahaga saja tapi secara tidak langsung akan menetralizir racun di tubu kita.

OBAT HERBAL ini tidak perlu kita ragukan lagi, selain itu kalian sudah tahu belum kalau air kelapa yang muda bagus buat ibu – ibu hamil, tapi harus konsultasi ke dokter dulu jika sudah dikasi susu buat bumil (ibu hamil), maka dilarang konsumsi ini. Namun untuk kesehatan bumil tidak kalah pentingnya juga air kelapa tapi yang muda.

Selasa, 13 April 2010

Kehamilan Badak Sumatera Pecahkan Rekor 112 Tahun

Walaupun kelahiran anak Ratu, badak berusia 9 tahun berbobot sekitar 525 kg, diperkirakan bulan Mei 2011, berita kehamilan badak sumatera atau Dicerorhinus sumatrensis dari sebuah desa di pinggiran Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, itu sudah mendunia dan disambut sukacita para penggiat konservasi di Indonesia dan dunia.


"Keberhasilan Ratu mengandung bayinya merupakan hasil kombinasi dari ilmu pengetahuan yang baik, kerja sama internasional antara pemerintah, LSM, dan kebun-kebun binatang, kerja sama yang erat dan waktu yang tepat, serta ketelatenan dari para personal di tempat penangkaran," kata Darori, Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, Jumat (19/2/2010) di Jakarta.

Pejantan badak sumatera yang menghamili Ratu adalah Andalas, yang juga berusia 9 tahun, dengan bobot sekitar 765 kg. Andalas lahir 13 September 2001 di Cincinnati Zoo, USA, dari perkawinan induk badak sumatera jantan bernama Ipuh dan badak betina bernama Emi. Pada Februari 2007, Andalas dikirim ke Indonesia dari Los Angeles Zoo, USA, dan ditempatkan di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

Andalas diperlakukan istimewa karena ia lahir dan besar di lingkungan yang bebas penyakit. Andalas diberikan berbagai vaksin khusus untuk melindunginya dari kemungkinan penyakit baru yang akan dia hadapi di hutan tropis rumah aslinya. Bahkan, agar terlindung dari gigitan lalat tabanid dan nyamuk hutan, ia dibuatkan kelambu raksasa.

Darori menjelaskan, sang calon bapak, Andalas, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan merupakan anak badak pertama yang dihasilkan dari penangkaran badak dalam waktu lebih dari 112 tahun. Adapun kehamilan Ratu merupakan yang pertama di Indonesia setelah lebih dari 112 tahun.

Menurut dia, terjadinya kandungan badak sumatera yang pertama ini, selain telah melalui proses yang panjang, bukanlah suatu kejadian yang biasa. Andalas dan Ratu dapat digabungkan atas kerja sama dan keinginan yang baik dalam rangka kerja sama internasional sebagai upaya menyelamatkan spesies yang terancam kepunahan.

Darori melukiskan, dari 38 kali perkawinan, belum terjadi fetus. Ketika terjadi fetus, ada empat kali keguguran. Tanggal 4 dan 5 Desember 2009, Andalas berhasil menaiki Ratu sebanyak 17 kali dan satu kali berhasil melakukan perkawinan yang sempurna setelah ereksi yang penuh pada Andalas, penetrasi yang sempurna, kemudian terjadi ejakulasi. Tanggal 22 Desember 2009, pemeriksaan USG dilakukan terhadap Ratu, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

"Pada tanggal 24 dan 25 Desember, Andalas kembali digabungkan dengan Ratu dan terjadilah perkawinan sempurna di mana terjadi ereksi dan intromisi penuh selama 28 menit dan akhirnya terjadi ejakulasi,"ungkapnya.

Dokter Hewan Andriansyah yang menangani Ratu mengatakan, tanggal 29 Januari 2010 atau 16 hari setelah perkawinan Ratu dan Andalas, pemeriksaan USG pun dilakukan dan hasilnya menunjukkan adanya kantung embrio pada uterus kanan Ratu. Ratu kemudian diduga hamil.

"Ketika diperiksa USG lagi tanggal 16 Februari 2010, ditemukan gambar kantung embrio berukuran sekitar 20 x 24 mm disertai fetus dan tali pusar yang berkembang, dan Ratu dinyatakan bunting," paparnya.

Ketua Yayasan Badak Indonesia Widodo Ramono mengatakan, keberhasilan penangkaran spesies ini juga akan memberikan kemungkinan pembuatan suatu model program yang sama terhadap badak jawa. Populasi badak jawa saat ini diperkirakan sekitar 50 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon.

Jumat, 02 April 2010

Selama Hamil 15 Bulan, Ratu Dibiarkan Suka-Suka Dia

Selama masa kehamilannya, badak Sumatera betina bernama Ratu di penangkaran Suaka Rhino Sumatera Way Kambas, diberi perlakuan khusus untuk mengurangi resiko kegagalan kandungan. Namun, perlakukan khsuus bukan berarti hewan berkulit keras itu dibatasi ruang geraknya tapi justru diberi kebebasan.


Dokter hewan Ratu, Andriansyah mengatakan, kegagalan kandungan pada badak sangat mungkin terjadi di tiga bulan pertama kehamilannya. Ia mengatakan, ada beberapa faktor penyebab kegagalan kandungan badak seperti stres, lingkungan tempat tinggal yang terlalu sempit, dan jenis makanan yang kurang variatif.

"Secara fisiologi badak memang hamil 15 bulan seperti Emi di Cincinnati Zoo yang kegagalan karena di kebon binatang makanan yang diberikan tidak sevariatif di Way Kambas," katanya saat jumpa pers mengenai kehamilan Ratu di Kementrian Kehutanan, Jakarta, Jumat (19/2/2010).

Untuk mengurangi resiko kegagalan itu, pihak suaka membiarkan Ratu melakukan aktivitas yang ia sukai sebebas mungkin. "Kita coba biarkan Ratu terserah dia, apa mau ke hutan, ngubang atau cari makan lebih lama, terserah dia. Kita hanya memantau dari jarak kurang lebih 20 meter tingkah laku Ratu," ujar Andriansyah.

Selain itu, untuk mengurangi stres pada badak, pihak SRS Way Kambas selalu merelokasi area tinggal setiap badak setiap 3-4 bulan sekali. "Di SRS tiap badak menempati 10 hektar, 3-4 bulan direlokai 10 hektar lagi ke tempat yang baru," imbuh Andriansyah.

Mengenai kondisi kesehatan sang calon induk itu, Andriansyah menyampaikan bahwa saat ini kondisi kesehatan Ratu sangat baik. "Tiap kali pulang di kandang jam 7-8 malam, mungkin karena hamil, ada perubahan perilaku, Ratu lebih senang beraktifitas di hutan. Itu sangat baik karena dia badak asli hutan Way Kambas, jadi Ratu lebih tau makanan apa yang dia butuhkan," imbuhnya.

Ratu memang badak Sumatera asli Way Kambas. Ia keluar mengembara keluar Taman Nasional Way Kambas mencari air bersih ke desa Labuan Ratu di tengah kekeringan drastis 2006. Kala itu, Ratu sempat dikira babi raksasa dan dikejar-kejar penduduk. Untungnya, SRS Way Kambas berhasil menyelamatkan Ratu dan menangkarkannya.

Saat ini, Ratu mengandung anak Andalas, badak jantan yang lahir di kebun binatang Cincinnati Los Angeles pada 2001 dan dikirim ke Indonesia pada 2007 sebagai pejantan di SRS Way Kambas. Kehamilan Ratu dinilai sebagai suatu kesuksesan karena merupakan kehamilan pertama badak Sumatera di penangkaran. Seperti diberitakan, badak Sumatera adalah hewan soliter dan liar yang sulit dikembangbiakan. Jumlahnya pun saat ini hanya sekitar 200 ekor di seluruh dunia.