Minggu, 21 Februari 2010
Toko busana muslim lengkap
Hal yang membuat saya senang ketika saya mencari dan ngebet pengen baju tersebut ada. Lalu tidak ketinggalan saya membeli jilbab, agar tidak nanggung saya liburan jauh – jauh. Begitu juga anak saya membeli lengkap. Dia sangat senang, alhasil kami membawa pulang banyak pakaian namun dengan kantong tetap eksis. Saya senang juga dengan owner toko tersebut, sangat ramah menyapa pengun jung. Itu yang membuat juga libiran saya berkesan. Andai nanti saya bisa liburan lagi, saya akan kembali lagi ke toko ini.
Sabtu, 06 Februari 2010
Gunung Honje Jadi Pusat Pembiakan Badak Jawa
Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) akan mengembangkan penangkaran badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di blok Gunung Honje seluas 3.000 hektar tahun 2011 dan dipastikan tahun 2015 sudah memiliki keturunan, kata pejabat TNUK.
"Penangkaran badak jawa itu akan dijadikan taman marga satwa dunia (TMSD) dan bisa mendongkrak pengunjung domestik maupun mancanegara," kata Kepala Bagian Humas TNUK Enjat Sudrajat, Selasa (23/2/2010).
Ia mengatakan, penangkaran ini bekerja sama dengan Yayasan Badak Indonesia (YABI) dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dunia juga akan membantu, seperti dari Executive Director International Rhino Foundation Susie Eliis, Kimsei Vier (Tulsa Zoo), dan Ruchweet (Miami). Mereka akan membantu penangkaran pengembangbiakan badak bercula satu yang langka di dunia itu.
Saat ini, kata dia, diperkirakan populasi badak jawa di TNUK lebih kurang hanya 60 ekor. "Dengan penangkaran ini diharapkan jumlah populasi badak bercula satu bertambah," katanya.
Selama ini, kata dia, habitat populasi badak jawa berada di lahan seluas 38.000 hektar kawasan TNUK, termasuk Gunung Honje. "Saya kira bila di lokasi Gunung Honje tentu sangat cocok selain tersedia pakannya, juga lokasi tidak berjauhan," katanya.
Menurut dia, dengan upaya pelestarian badak jawa ini, diharapkan Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten Pandeglang harus mendukung karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru. Apalagi, kata dia, satwa badak jawa sudah dijadikan maskot Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Pengembangbiakan satwa langka di dunia ini melibatkan sejumlah peneliti dari beberapa negara untuk mengadakan konservasi di habitatnya di kawasan hutan TNUK, katanya. Bahkan, para donatur dari Amerika Serikat sudah siap memberikan bantuan untuk penangkaran pengembangbiakan badak jawa itu di TNUK.
Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya operasional konservasi, monitoring, serta perlindungan badak. "Saya kira diperkirakan biaya penelitian ini memakan biaya cukup besar," katanya.
Selama ini, kata Enjat, di dunia peneliti genetik badak masih sangat kecil, apalagi satwa itu pemalu dan sulit ditemukan di habitatnya. Oleh karena itu, pihaknya harus hati-hati dengan program penelitian karena saat ini populasi badak jawa di TNUK hanya 60 ekor.
"Jika penangkaran itu berhasil, tentu pengunjung bisa melihat langsung kehidupan badak sebab saat ini warga belum mengetahui keberadaan badak jawa itu," kata Enjat Sudrajat.
Sekretaris Yayasan Badak Indonesia Agus Darmawan mengaku optimististis penangkaran pengembangbiakan akan suskes dan terwujud tahun 2011 karena melibatkan tim peneliti yang mengetahui persis karakteristik badak. Saat ini, lanjut dia, populasi badak yang ada di dunia sebanyak lima spesies, yakni badak hitam (Diceros bicornis), badak putih (Ceratotherium simum), badak india (Rhinoceros unicornis), badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), dan badak jawa (Rhinoceros sondaicus).
"Saya yakin TNUK akan berhasil mengembangbiakkan badak jawa," katanya.
Jumat, 05 Februari 2010
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Menteri LH Global
Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan ke-11 Special Session of The UNEP Governing Council/Global Ministerial Environment Forum (GC-UNEP) pada tanggal 24-26 Februari mendatang, di Bali.
Pertemuan ini merupakan pertemuan konsultasi tingkat menteri dari seluruh negara yang tergabung dalam PBB, dan melakukan review pada isu-isu kebijakan bidang lingkungan hidup global.
Sebanyak 44 menteri lingkungan hidup dijadwalkan akan menghadiri pertemuan yang diperkirakan diikuti oleh sekitar 1.500 orang peserta dari 101 negara.
Menteri Lingkungan Hidup Gusti M Hatta menyatakan, kesempatan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat dunia ini merupakan kehormatan bagi Indonesia. Apalagi, pertemuan ini merupakan pertemuan menteri lingkungan hidup pertama pasca-KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, pada Desember 2009 lalu.
"Ini menunjukkan citra kita bagus dalam komitmen yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan," ujar Gusti, dalam jumpa pers di Kementerian Lingkungan Hidup, Selasa (16/2/2010) sore.
Pertemuan yang akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini bertema "Environment in the Multilateral System" dan akan membahas tiga bahasan pokok. Pertama, International Environmental Governance (IEG) and sustainable development.
Pembahasan mengenai keanekaragaman hayati dan hasil dari tiga pertemuan sebelumnya di Basel, Rotterdam dan Stockholm. Bahasan kedua mengenai green economy yang berisi perkembangan komprehensif konsep green economy di berbagai negara.
"Saat ini orientasi pembangunan juga harus berorientasi lingkungan. Dalam pertemuan ini, perkembangan mengenai konsep green economy akan dibahas mendalam," kata Gusti.
Bahasan ketiga adalah "Biodiversity and Ecosystem". Dijelaskan Gusti, pada tahun 2010 ini Indonesia juga menetapkan sebagai tahun keanekaragaman hayati.
Pertemuan ini dinilainya bermanfaat untuk mencapai target tersebut dalam mengimplementasikan keputusan yang terkait pelayanan keanekaragaman hayati dan ekosistem.
Gusti mengharapkan, pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup ini bisa menghasilkan draft Deklarasi Nusa Dua dan rancangan keputusan mengenai kelautan. Para menteri juga dijadwalkan melakukan pertemuan informal untuk membahas tindakan pencegahan perubahan iklim pasca COP15 Kopenhagen, menuju COP16 di Meksiko pada akhir 2010 mendatang.
Rabu, 03 Februari 2010
192 Negara Ikuti Konferensi Lingkungan di Bali
Dalam pertemuan ini, tiga hal utama yang menjadi pembahasan adalah kebijakan lingkungan internasional atau international environmental governance dan pembangunan berwawasan lingkungan (sustainable development), serta ekonomi hijau, ekosistem, dan keanekaragaman hayati (the green economy, biodiversity, and ecosystems).
Bagi Indonesia, pertemuan ini diharapkan dapat memberi beberapa keuntungan, di antaranya mendapatkan bantuan dari UNEP untuk peningkatan kapasitas dalam kaitannya dengan the economics ecosystems and biodiversity khususnya bagi pemerintah daerah, serta pembahasan hukum lingkungan (enviromental law) untuk menyepakati dua buah draf pedoman yang disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan nasional.
"Krisis global saat ini, yakni krisis ekonomi dunia dan krisis perubahan iklim, memberikan pelajaran yang berharga kepada seluruh bangsa di dunia. Krisis global hanya menyediakan pilihan untuk merubah pola pembangunan menjadi pembangunan yang tidak berpihak kepada pro-growth, namun juga pro-poor, pro-job, dan pro-environment," ujar Gusti Muhammad Hatta.
Dari pertemuan ini juga diharapkan dapat dihasilkan dua kesepakatan, yaitu Decision on Ocean yang merupakan tindak lanjut dari Manado Ocean Declaration dan Nusa Dua Declaration yang merupakan pesan politis tingkat tinggi.
Selasa, 02 Februari 2010
Walhi Meminta Kasus PT RAPP Dilanjutkan
Walhi meminta Kepolisian RI untuk melanjutkan kasus pembalakan liar yang dilakukan oleh PT RAPP di kawasan Sumatera. "Kami berharap agar kasus illegal logging PT RAPP di tahun 2007 yang telah di SP3-kan oleh Polda Riau dapat dilanjutkan kembali," ujar Mukri, Direktur Regional Sumatera saat diwawancari ketika melakukan unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/02/2010).
"Kami juga berharap agar izin PT.RAPP segera dicabut karena telah melanggar aturan," tambah Mukri.
PT RAPP mengantongi izin selama 100 tahun, sedangkan menurut Mukri ijin seharusnya hanya 25 tahun saja. Walhi pun menyatakan, PT RAPP telah mengambil kayu di luar wilayah konsesinya, bahkan mengambil hingga ke hutan lindung.
Unjuk rasa ini adalah yang keempat kalinya, setelah tiga unjuk rasa sebelumnya dilangsungkan di Dephut, PT.RAPP, dan KPK. Setelah unjuk rasa yang pertama, tujuh truk milik PT.SRL yang merupakan anak perusahaan PT.RAPP, telah ditahan karena melakukan pembalakan liar.
